Perjalanan Mencari Harta

Di sebuah kota yang bernama Sanasini jauh, ada banyak penduduknya percaya bahwa di pulau yang bernama Pulau Sobat Dekat banyak harta yang ditinggalkan oleh para bajak laut 1200 tahun yang lalu. Masyarakat disana pada sibuk mencari peta menuju pulau tersebut. Setelah lama sekali semua mencari peta tersembunyi menuju pulau harta tersebut  akhirnya di temukan oleh seorang warga yang bernama Joseph Cardinnal. Dia lahir di Negara Sinyoku kemudian pindah ke Negara Kasimpang Saeutik. Setelah 3 tahun lamanya Joseph tinggal di Negara Kasimpang Saeutik akhirnya dia bisa menemukan peta tersebut yang disebut-sebut sebagai peta tersembunyi, namun akhirnya dapat di temukan. Setelah itu beberapa utusan dari kota tersebut, utusan – utusan itu pergi menuju Pulau harta tersebut.

Dua bulan sudah berlalu tapi mereka belum juga sampai pada pulau harta tersebut karena ada masalah dengan kapal yang mereka naiki untuk menuju pulau harta tersebut. Setelah mereka semua sudah dapat membenarkan kapal yang mereka tumpangi untuk menuju ke pulau harta. Akhirnya mereka sampai juga di pulau itu. Setelah sekian lama mereka berada di laut lepas untuk mencari harta tersebut ternyata di pulau tersebut juga sudah ada seorang kakek tua yang kira-kira umurnya sudah 98 tahun. Begitu mereka menanyakan kepada kakek tua tersebut tentang harta tersebut ternyata pulau yang mereka injak itu adalah pulau yang memang benar di mana 1200 tahun yang lalu para bajak laut meninggalkan hartanya di pulau tersebut dan ternyata kakek tesebut adalah sang penjaga harta tersebut. Kakek tersebut menunjukan jalan menuju harta tersebut di kuburkan. Sesampainya di tempat tersebut mereka kaget ternyata bukan hanya harta saja yang mereka temukan bahakan dengan lubang menuju kota mereka.

Setelah berhasil mendapatkan hartanya mereka memberi kakek tersebut 10 keping emas. Setelah mereka kembali tentunya dengan menggunakan kapal kembali, meski begitu tidak hemat waktu karena memerlukan waktu 2 bulan 3 minngu mereka bisa kembali ke kota Sanasini jauh. Waktu terus berjalan hingga meraka dapat kembali ke kota tersebut dengan keadaan letih tambah bahagia karena mereka mendapatkan harta tersebut. Harta tersebut akhirnya di bagi rata kepada setiap warga yang memang benar-benar tinggal di kota tersebut. Begitu semua warga mendapat 120 keping emas mereka akhirnya dapat pergi ke tempat yang mereka inginkan dam tinggal membayarnya dengan 1 keping emas. Keluarga pak Joseph pulang kampung menuju kampung halaman pak Joseph di Negara Kasimpang Saeutik cukup dengan 2 keping emas saja mereka sekeluarga dapat 4 kali balikan menuju Negara Kasimpang Saeutik. Tapi mereka kali ini bukan sedang liburan melainkan sedang mencari rumah untu mereka saat pindah nanti 10 tahun yang akan mendatang.

Setahun sudah lewat mereka hanya tinggal menunggu 9 tahun lagi untuk pidah. Mereka sekeluarga sengaja akan pindah ke Negara asal Joseph sang kepala keluarga karena di sana aka nada kembali perjalanan menuju pulau harta dan yang kali ini mungkin lebih extreme di banding saat joseph dan utusan warga Sanasini jauhmencari harta.

Tahun demi tahun berlalu. Kini saat yang tepat untuk mereka menuju rumah barunya yang berada di Negara Kasimpang Saeutik. Kini seluruh anggota keluarga Joseph kepada seluruh warga dan pak RT pak RW juga yang memang sengaja diundang oleh warga untuk mengucapkan kata perpisahan terakhir kepada Joseph dan keluarganya. Begitu ketika mereka akan berangkat menuju bandara di kota Sanasini jauh yang bernama Bandara Sehat Selalu. Mengapa nama bandara di kota Sanasini bernama Bandara Sehat Selalu? Karena semua orang di kota tersebut dilarang sekali yang namanya merokok, meminum minuman keras/minuman beralkohol melebihi dosis yang di perbolehkan untuk tubuh manusia, dan yang terakhir mereka tidak boleh memakan atau mengkonsumsi yang namanya NARKOBA, oleh sebab itu bandara di kota tersebut bernama Bandara Sehat Selalu.

Sesampainya di Negara Kasimpang Saeutik tempat dimana nanti akan menjadi tempat mereka tinggal. Mereka segera menuju rumah mereka yang baru. Sesampainya di depan rumah mereka yang baru ternyata rumah tersebut masih dalam renovasi dalam tahap finishing. Kata mandor yang memimpin pasukan untuk merenovasi rumah tersebut yang di bayar oleh pak Joseph untuk merenovasi rumah tersebut akan selesai dalam waktu 10 jam lagi. Karena itu mereka menggunakan kepingan emas yang tersisa dari harta yang didapat saat mereka masih di kota Sanasini jauh. Saat mereka dalam perjalanan menuju Mall besar di Negara Kasimpang Saeutik anak Pak Joseph ingin ke kamar mandi karena kebelet pipis. Akhirnya mobil yang mereka naiki berhenti di salah satu SPBU terdekat. Pak Joseph dan anaknya menuju kamar mandi. Dengan cepat mereka kembali lagi ke mobil dan melanjutkan perjalanan menuju Mall tersebut. Begitu sesampainya di Mall banyak sekali orang yang berdandan aneh sekali berbeda dengan tempat dimana asalnya mereka tinggal. Akhirnya setelah mereka semua puas berbelaja, mereka pun pulang lagi ke rumah yang baru karena pak Joseph sudah di telepon oleh si mandor karena renovasi sudah selesai. Pak Joseph bingung karena kata si mandor tadi bilang selesai renovasi 10 jam lagi tapi ternyata sudah selesai dalam waktu 6 jam. Ternyata si mandor licik karena dia menambah pekerja sebanyak 10 orang yang asalnya hanya 6 orang.

Begitu sesampainya di rumah mereka yang baru mereka sekeluarga langsung masuk ke dalam. Ternyata rumah mereka yang baru memang lebih besar dan panjang dari rumah mereka yang dulu. Kini mereka sekeluarga hidup bahagia.

Setelah tinggal di Negara Kasimpang Saeutik selama 3 tahun lamanya ternyata ada lomba mencari harta di pulau yang bernama Zicko Island. Di pulau tersebut terdapat 100 peti emas dan yang berhasil menemukan 5 dari 100 peti tersebut maka akan di beri hadiah yaitu 2 peti emas. Setelah mendengar sayembara tersebut Joseph segera mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tersebut. Setelah para peserta berangkat menuju pulau tersebut mereka di bagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 adalah kelompoknya Joseph. Mereka saling berkenalan antara satu dan lainnya. Begitu selesai berkenalan mereka saling membagi pengalaman. Joseph pun bercerita tentang ia mencari harta bersama utusan warga Kota Sanasini jauh. Rekan Joseph yang dulunya juga sempat tinggal di kota Sanasini jauh untuk beberapa bulan saja. Rekannya yang bernama Angga Forest yang kebetulan sekali dia sudah hafal sekali tentang alam hutan dan pulau terpencil pun dia sudah tahu jalannya meski belum pernah tahu ada apa didalam pulau tersebut, karena dia adalah seorang pengamat lingkungan. Dan pulau yang sedang mereka tuju adalah pulau pernah di jelajahi oleh dia sebelum diadakannya sayembara tersebut. Ternyata peti yang memang akan dicari oleh 5 kelompok tersebut memang sudah di rencanakan oleh panitia karena untuk merayakan hari Kemerdekaan Negara Kasimpang Saeutik. Begitu sampai di pulau Zacko Island mereka di beri peta yang memang hanya bisa di pecahkan oleh orang yang cerdas dan juga tidak mudah panik yang pasti juga tidak pernah menyerah. Kebetulan saja kelompok 1 hanya terdiri dari 3 orang. Orang yang satu lagi yang belum memperkenalkan diri akhirnya dia mau juga memeperkenalkan dirinya. Ternyata dia juga sempat tinggal di kota Sanasini jauh. Yang kebetulan juga pernah mencari harta karun bersama Joseph. Akhirnya dia mulai mengenalkan diri. Nama saya Chris Sack. Saya juga pernah mencari harta bersama pak Joseph tapi kita belum saling kenal. Oh begitu “Kata Joseph”. Kalau begitu mari kita bertiga saling mengenal dan terus berjuang untuk menemukan harta tersebut. Ketua panitia memanggil seluruh peserta dan menyuruhnya berkumpul menurut kelompok masing-masing.  Setelah semua berkumpul bersama kelompoknya, mereka di beri peta tempat dimana para panitia menyimpan peti- peti tersebut. Setelah semua memegang peta mari kita mulai Lomba ini “Kata ketua panitia”. “DOORR…” lomba pun dimulai.

Kelompok satu menuju pos ke-1 untuk melanjutkan menuju pos ke-2 mereka di beri soal yang harus di pecahkan. Soalnya itu Siapa yang pernah menjadi pemimpin kelompok pada lomba? Joseph menjawab “Saya sendiri” kemudian mereka melihat sebuah kunci tiba-tiba memutar dan pintu menuju soal ke-2 terbuka sendiri. Mereka bertiga sudah mengerti dan sudah mengetahui sebenarnya peti yang ada di pulau ini hanya ada 5 saja. Setelah mereka sampai pada pos ke-2 mereka diajukan pertanyaan lagi. Soal ke dua Siapa yang mengetahui jalan menuju tempat dimana mereka tadi tiba? Kali ini giliran Angga yang menjawab “Saya mengetahuinya” Dan kejadian yang tadi terulang lagi. Akhirnya mereka bisa sampai ke tempat yang memang sudah jauh meinggalkan kelompok yang lain. Sesampainya di pos ke-3 mereka di Tanya dengan soal yang berbeda. Soal ke tiga. Berapa 1000 dibagi 100 ? kini giliran Chris Sack yang menjawab “10” dan akhirnya mereka bisa mencapai pos ke-4 dengan begitu dia sudah berhadapan dengan soal-soal yang lainnya di pos 4 dan 5. Sesampainya di pos ke-4 ada sebuah lantunan lagu dengan liriknya seperti ini : “Biarkan aku jatuh cinta pesona ku pada pandangan pertama”. Kini mereka serempak menjawab “ST12-biarkan jatuh cinta”. Kini mereka bertiga sudah tenang dan sudah mencapai garis finish yaitu pos ke-5. Mereka bertiga memikirkan soal seperti apa lagi yang akan mereka taklukan. Sesamapainya di pos ke-5 mereka melihat ketua panitia berdiri di hadapan mereka dan berkata “selamat kalian yang pertama masuk ke pos ini.” Di pos ini mereka bertiga disuruh menari dengan baik dan benar karena di atas tanah sudah ada langkah-langkah untuk membuka pintu rumah yang hanya bisa dibuka oleh orang yang bisa menari dengan baik dan benar. Akhirnya mereka mencoba menari. Ternyata joseph salah langkah dan ada bunyi pada pintu rumah itu “Cekrek” oh ternyata pintu terkunci 2 kali padahal tadi jika joseph langkahnya benar maka pintu itu akan terbuka. Jadi kali ini mereka beriga harus melakukannya 2 kali menari dan akhirnya pintu itu dapat dibuka.

Di dalam rumah tersebut terdapat 5 peti yang mereka keluarkan 1 per 1 karena mereka hanya bertiga. Ketika di buka peti tersebut beri kertas bertuliskan Anda beruntung silahkan hubungi bank Sardens untuk mencairkan uang sebesar 5 triliun rupiah. Kini mereka bersama para peserta dan panitia kembali ke Negara Kasimpang Saeutik. Sesampainya disana mereka bertiga menuju bank Sardens untuk mencairkan uang tersebut. Sesampainya di bank tersebut ternyata para pegawai bank sudah di beri jalan khusus menuju tempat dimana mereka bisa mencairkan uang tersebut. Kini mereka bertiga mebagi rata uang tersebut dan ditabung di bank Sardens.

Begitulah kisah seorang pencari harta yang benama Joseph.

THE END

JIKA ANDA PUNYA KOMENTAR TENTANG CERITA INI BISA ANDA KIRIMKAN MELALUI E-MAIL KE ALAMAT INI :

MUGHNI.AZIZ.AZIZ@GMAIL.COM

One thought on “Perjalanan Mencari Harta

  1. Lisana R. Marzan mengatakan:

    ich,,,
    ich,,,,,,
    azizzzzz

    lmyn lah
    drpd lumanyun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s