Kekerasan Dalam Lapangan

Mari kita mulai ceritanya. Maaf ya ini hanya cerita komedi bukan asli jadi tak perlu di simpan ke hati jika tersinggung.

Di Negeri Entah Apa Namanya ada pertandingan sepak bola. Pada babak perempat final ada pertandingan antara kota Si Jalu Hulu Hiji melawan kota Si Bikang Hulu Tilu. Para pemain sudah memasuki lapangan dan telah siap untuk bertanding bola.

PRITTTTTT!!!!!!!!! babak pertama dimulai. Bola di mulai dari tim SJHuHi. Penyerang SJHuHi sudah menunggu bola dari gelandang tengah. Namun ketika penyerang dari tim SJHuHi suporter dari tim SBHuTi memanggil si penyerang dari tim SJHuHi si botak dari gua. Penyerang tersebut menghentikan langkahnya untuk menyerang. Penyerang itu malah berteriak siapa yang berani memanggil aku si botak dari gua SIAPA ? , si penyerang itu malah makin marah Heh Garelonya maraneh eweh nu ngaku dasar suporter sinting mun wani asup ka lapang !!!

Semua orang juga tahu kalau di sebut seperti itu pasti marah. Akhirnya semua suporter jadi masuk ke lapang karena tidak enak di sebut sinting sama penyerang dari tim SJHuHi. Wasit pun membunyikan pluitnya keras-keras . PRITTTTTT!!!!!!!!!!!!!! sudah-sudah wasit pun marah . Ternyata bukan hanya penyerang yang menyebut suporter sinting aja yang di hajar tetapi wasit ikut menjadi korban akibat telah membuat kegaduhan. Para keamanan bukannya membantu wasit untuk melerai malah mereka asyik saja menonton keributan di lapang. Ketika penyelenggara pertandingan itu datang, semua orang yang ada di lapang terlihat damai. Penyelenggara bertanya ada apa tadi ribut-ribut ? salah seorang dari mereka semua berkata “tidak ada apa-apa pak “. Setelah bapak penyelenggara pergi dari lapang semua orang yang di lapang memaki bapak penyelenggara dari belakang. Ketika bapak penyelenggara melihat ke arah mereka, mereka malah bertingkah yang aneh. Pas ke dua kalinya mereka memaki bapak penyelenggara dari belakang, bapak penyelenggara menyadari bahwa dia sedang di maki oleh semua orang yang di lapang.

Bapak penyelenggara : Heh kalian semua ngajak ribut nih ? Ayo kalau begitu saya terima ….

Semua orang yang di lapang akhirnya berantem hingga ada yang tewas hingga 189 orang, luka berat 170 orang, luka ringan 234 orang, termasuk bapak penyelenggara  , wasit , dan penyerang tersebut tewas . Akhirnya pertandingan Finalpun di batalkan akibat bapak penyelenggara tewas di serang dan di hajar oleh para suporter dan pemain yang ada di lapang.

Setelah 3 tahun berlalu, diadakan kembali pertandingan sepak bola yang serupa dengan pertandingan 3 tahun yang lalu. Di lapang sepak bola yang sama.

Kali ini pertandingan di mulai dengan babak semi final untuk menentukan tim mana yang pantas untuk masuk final. Tim yang ikut serta adalah kota SJHuHi, SBHuTi,SBuHuTa,SBaRaHu. Ternyata tim SBuHuta dan SBaRaHu mengaku kalah sebelum pertandingan di mulai. Akhirnya bertemu lagi tim SJHuHi melawan SBHuTi yang 3 tahun yang lalu bertengkar karena salah seorang dari tim SJHuHi ngajak berantem sama semua suporter.

Kali ini pertandingan berjalan lancar hingga salah seorang dari suporter tim SBHuTi menghina wasit , akhirnya wasit ngajak berantem sama suporter tersebut. Karena suporter tim harus bersatu jadi wasit tersebut di keroyok sama semua suporter tim SBHuTi. Kali ini pertarungan makin seru karena para keamanan ikut masuk ke lapang untuk melerai pertarungan tersebut. Akibatnya banyak sekali yang berjatuhan. Kali ini bapak pelaksana datang lagi ke lapangan karena ada keributan lagi. Karena tahu 3 tahun yan lalu bapak pelaksana tewas maka kali ini bapak pelaksananya bicara lewat meja komentator yang kebetulan di atas. Ternyata ada 100 suporter lagi yang baru datang dan menyeret bapak pelaksana dari meja komentator dan melempar bapak pelaksana ke lapang. Sebelum jatuh di lapang bapak pelaksana sudah sekarat karena terbentur di tangga lapangan. Sangking serunya pertarungan korbannya lebih banyak di banding 3 tahun yang lalu. Yang tewas hingga 250 orang, sekarat 14 orang, luka ringan 244 orang, luka berat 199 orang. Karena sangat seru pertarungannya hingga masuk koran dan berita pertandingan tersebut gagal karena  salah satu dari 500 suporter tersebut menghina wasit. Jadi pertandingan bola di Negeri Entah Apa Namanya tidak pernah dilaksanakan lagi akibat terjadi kekerasan di lapangan.

THE END

TAMAT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s